Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Terungkap di Sidang! Saksi Beberkan Dugaan Aliran Rp8,5 Miliar ke Ade Kuswara, Begini Pembelaannya

Terungkap di Sidang! Saksi Beberkan Dugaan Aliran Rp8,5 Miliar ke Ade Kuswara, Begini Pembelaannya

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Sidang lanjutan kasus dugaan ijon proyek Kabupaten Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung menghadirkan sejumlah saksi yang mengungkap dugaan aliran dana miliaran rupiah kepada terdakwa.

Sidang lanjutan kasus dugaan ijon proyek Kabupaten Bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung menghadirkan sejumlah saksi yang mengungkap dugaan aliran dana miliaran rupiah kepada terdakwa. 

INFO CIKARANG – Sidang lanjutan kasus dugaan praktik ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menghadirkan sejumlah fakta menarik.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 22 Juni 2026, sejumlah saksi memberikan keterangan terkait dugaan aliran dana miliaran rupiah yang menyeret nama Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tujuh saksi, di antaranya pengusaha Sarjan, Sekretaris Pribadi Ade Kuswara Muhammad Riza, Sugiharto, Ricky Yuda Bhakti alias Nyai, Rahmat Hidayat, Abeng Arif, dan Suwaji.

Salah satu keterangan yang menjadi perhatian datang dari Muhammad Riza. Ia mengaku pernah diperintahkan mengambil dan menyerahkan daftar usulan proyek APBD Perubahan Kabupaten Bekasi kepada sejumlah pihak.

Menurut Riza, setelah Lebaran 2025 dirinya diminta mengambil data usulan pembangunan dari Bappeda Kabupaten Bekasi.

Daftar tersebut kemudian ditandai oleh Ade Kuswara sebelum akhirnya diperintahkan untuk diserahkan kepada Kepala Dinas SDABMBK saat itu, Hendri Lincoln.

Namun beberapa waktu kemudian, Riza mengaku kembali diperintahkan menyerahkan dokumen yang sama kepada pengusaha Sarjan.

“Saya diperintahkan menyerahkan data usulan pembangunan kepada Sarjan,” ungkap Riza di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, Sarjan mengaku mulai menjalin komunikasi dengan Ade Kuswara setelah Pilkada Kabupaten Bekasi 2024.

Ia menyebut pertemuan awal difasilitasi oleh Sugiharto yang merupakan bagian dari tim pemenangan Ade.

Dalam kesaksiannya, Sarjan mengaku sempat menerima permintaan bantuan dana yang awalnya disebut sebesar Rp500 juta untuk kebutuhan pelantikan.

Namun dalam perkembangannya, nominal yang diminta disebut meningkat hingga mencapai Rp10 miliar.

“Saya tanya langsung ke Pak Ade. Beliau bilang benar, kalau bisa jadi Rp10 miliar,” ujar Sarjan dalam persidangan.

Sarjan mengaku akhirnya menyalurkan dana sekitar Rp8,5 miliar melalui beberapa pihak yang disebut dekat dengan Ade Kuswara.

Keterangan lain datang dari Ricky Yuda Bhakti alias Nyai. Ia mengaku beberapa kali menerima titipan uang dari Sarjan untuk kemudian diserahkan kepada Ade Kuswara.

Menurut Nyai, salah satu penyerahan dilakukan di kawasan Bebek Kaleo, Cikarang.

Selain itu, ia juga mengaku pernah menyerahkan uang Rp500 juta di sekitar Kantor Bank BJB.

Tak hanya itu, Nyai menyebut pernah membawa dua kardus berisi uang senilai Rp2 miliar dari kawasan Delta Silicon 8, Cikarang Selatan, yang kemudian diserahkan kepada Ade Kuswara.

Ia juga mengaku menerima satu kardus berisi Rp1 miliar yang dititipkan melalui Sugiharto di wilayah Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Di akhir persidangan, Sarjan mengaku sulit menolak permintaan yang datang dari Ade Kuswara. Saat ditanya jaksa apakah dirinya bisa menolak permintaan tersebut, Sarjan menjawab singkat.

“Tidak bisa menolak,” katanya.

Meski demikian, Ade Kuswara Kunang membantah tudingan bahwa uang Rp8,5 miliar tersebut merupakan suap atau gratifikasi.

Menurutnya, dana tersebut merupakan pinjaman pribadi yang diberikan Sarjan.

“Anggaran yang diterima oleh saya Rp8,5 miliar itu adalah pinjaman, hubungan utang piutang. Sebagian juga sudah dikembalikan dan ada bukti yang ditandatangani Sarjan beserta saksi-saksinya,” kata Ade usai persidangan.

Ade juga membantah dakwaan terkait dugaan pengondisian proyek APBD senilai Rp107 miliar.

Menurutnya, kegiatan yang disebut dalam dakwaan merupakan program pembangunan yang telah berjalan sejak tahun 2024 dan sudah melalui proses lelang sesuai mekanisme.

Kuasa hukum Ade Kuswara, Yusnaniar, turut menegaskan bahwa uang yang diberikan Sarjan tidak berkaitan dengan jabatan kliennya sebagai bupati.

Menurutnya, Sarjan memberikan pinjaman karena mengetahui latar belakang usaha keluarga Ade Kuswara yang dinilai mampu mengembalikan dana tersebut.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, yang dipersiapkan menjadi lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

    TPA Burangkeng Bersiap Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Groundbreaking Ditargetkan Akhir 2026

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai memasuki tahap implementasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan pemerintah daerah telah […]

  • Pemuda Cikarang Kota Kesulitan Cari Kerja di Wilayah Sendiri, Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata

    Pemuda Cikarang Kota Kesulitan Cari Kerja di Wilayah Sendiri, Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Ironi terjadi di jantung kawasan industri. Di tengah deretan pabrik dan perusahaan besar yang tumbuh di Cikarang Utara, para pemuda Desa Cikarang Kota justru kesulitan mendapatkan pekerjaan di wilayahnya sendiri. Mereka menilai, pemerintah desa seolah menutup mata terhadap keresahan warganya. Yoga Rindang (25), salah satu pemuda setempat, mengaku sudah berbulan-bulan mencari pekerjaan […]

  • Deretan truk terlihat parkir di bahu jalan kawasan dekat PT Fajar Paper, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Kondisi ini dikeluhkan warga karena disebut memicu kemacetan dan membuat pengendara merasa kurang nyaman.

    Truk Parkir di Bahu Jalan Dekat PT Fajar Paper Dikeluhkan Warga, Pengendara Sebut Bikin Macet dan Resahkan

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang pengendara membagikan keluhannya saat berada di kawasan Jalan Kampung Gardu Sawah No.1, Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Keluhan tersebut diunggah melalui video di akun TikTok milik Mas Agus Cikarang dan ramai mendapat perhatian warganet. Dalam video itu, terlihat deretan truk terparkir di sisi jalan menuju area PT Fajar Paper. Kondisi tersebut […]

  • Ilustrasi transaksi jual beli sepeda motor. Warga Serang Baru menjadi korban penipuan setelah motor yang dijualnya dibawa kabur oleh calon pembeli dengan modus test ride.

    Modus Nyoba Berkendara Saat COD, Pria di Serang Baru Kehilangan Motor Dibawa Kabur Calon Pembeli

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Aksi penipuan berkedok transaksi jual beli sepeda motor kembali terjadi di Kabupaten Bekasi. Seorang warga Kecamatan Serang Baru harus merelakan motornya dibawa kabur oleh pria yang mengaku sebagai calon pembeli. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Perumahan Mutiara Sampurna, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, pada Selasa, 2 Juni 2026. Saat itu korban yang […]

  • Layanan perizinan digital BOSS resmi diterapkan, Pemkab Bekasi tekan praktik percaloan.

    Calo Perizinan di Kabupaten Bekasi Bakal Kocar-kacir, Pemkab Luncurkan Sistem Digital BOSS

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Praktik percaloan dalam pengurusan perizinan di Kabupaten Bekasi dipastikan bakal semakin terdesak. Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi menerapkan sistem pelayanan perizinan berbasis digital bernama Bekasi One Stop Service (BOSS). Kehadiran sistem ini bertujuan menyederhanakan proses perizinan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Melalui BOSS, masyarakat dapat mengurus berbagai jenis […]

  • Kebocoran pipa utama sebabkan gangguan air bersih di Tarumajaya.

    Kebocoran Pipa Terulang, Pasokan Air Bersih di Tarumajaya Terhenti Sementara

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gangguan distribusi air bersih kembali terjadi di wilayah pelayanan Cabang Tarumajaya, Perumda Tirta Bhagasasi, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Gangguan ini dipicu oleh kebocoran pipa utama berdiameter 400 milimeter yang berlokasi di sekitar Cluster Asera, kawasan Harapan Indah. Dalam keterangan resminya, manajemen Perumda Tirta Bhagasasi menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan mulai dilakukan sejak […]

expand_less