Daging Kurban Baiknya Dicuci atau Tidak? Ini Penjelasan Ahlinya
- account_circle T.T
- calendar_month Kam, 28 Mei 2026
- comment 0 komentar

Ilustrasi daging kurban yang baru dibagikan kepada warga saat Hari Raya Idul Adha. Banyak masyarakat masih bingung apakah daging kurban perlu dicuci sebelum disimpan atau langsung dimasak.
INFO CIKARANG – Setiap Hari Raya Idul Adha, jutaan kilogram daging kurban dibagikan kepada masyarakat.
Namun di balik kebahagiaan menerima daging kurban, muncul satu pertanyaan yang hampir selalu menjadi perdebatan di dapur rumah tangga: apakah daging kurban harus dicuci terlebih dahulu atau justru tidak perlu dicuci?
Bagi sebagian orang, mencuci daging dianggap sebagai langkah wajib untuk membersihkan darah, kotoran, dan bau yang menempel.
Namun, tidak sedikit pula yang meyakini bahwa daging mentah sebaiknya tidak dicuci karena dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri di dapur.
Lalu, mana yang benar?
Mencuci Daging Ternyata Tidak Selalu Dianjurkan
Berdasarkan berbagai panduan keamanan pangan, daging mentah sebenarnya tidak harus dicuci sebelum dimasak.
Alasannya, percikan air dari proses pencucian dapat menyebarkan bakteri ke wastafel, meja dapur, peralatan masak, hingga bahan makanan lain yang berada di sekitarnya.
Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter justru lebih efektif dibunuh melalui proses pemasakan dengan suhu tinggi dibandingkan dengan pencucian menggunakan air.
Karena itu, jika kondisi daging terlihat bersih dan berasal dari proses penyembelihan yang higienis, daging dapat langsung diolah atau disimpan tanpa perlu dicuci terlebih dahulu.
Kapan Daging Kurban Perlu Dibersihkan?
Meski demikian, ada kondisi tertentu yang membuat daging perlu dibersihkan.
Misalnya ketika masih terdapat rumput, tanah, serpihan kotoran, atau darah berlebih yang menempel pada permukaan daging.
Dalam situasi seperti ini, pembersihan dapat dilakukan secara terbatas menggunakan tisu dapur bersih atau lap lembap.
Cara tersebut dinilai lebih aman dibandingkan mencuci seluruh bagian daging di bawah air mengalir.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Setelah Menerima Daging Kurban
Selain soal mencuci, banyak masyarakat melakukan kesalahan saat menyimpan daging kurban.
Tidak sedikit yang langsung memasukkan daging ke freezer dalam jumlah besar tanpa dibagi per porsi.
Akibatnya, saat hendak memasak, seluruh daging harus dicairkan sekaligus sehingga kualitasnya menurun.
Idealnya, daging dipotong sesuai kebutuhan memasak, lalu disimpan dalam wadah atau plastik terpisah agar lebih praktis saat digunakan.
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet
Agar kualitas daging tetap terjaga, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
Simpan daging dalam wadah atau plastik kedap udara.
Pisahkan berdasarkan porsi masak.
Beri label tanggal penyimpanan.
Simpan pada suhu freezer sekitar -18 derajat Celsius.
Hindari membekukan kembali daging yang sudah dicairkan.
Dengan metode tersebut, daging kurban dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.
Yang Terpenting Adalah Cara Memasaknya
Terlepas dari dicuci atau tidak, faktor paling penting adalah memastikan daging dimasak hingga matang sempurna.
Suhu panas saat memasak mampu membunuh bakteri yang mungkin masih menempel pada daging.
Selain itu, penggunaan rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, ketumbar, serai, dan daun jeruk juga dapat membantu mengurangi aroma prengus, terutama pada daging kambing.
Jadi, Dicuci atau Tidak?
Jawabannya tergantung kondisi daging yang diterima.
Jika daging terlihat bersih dan segar, tidak perlu dicuci sebelum disimpan maupun dimasak.
Namun apabila terdapat kotoran yang menempel, cukup bersihkan bagian tersebut tanpa harus mencuci seluruh permukaan daging.
Dengan penanganan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih aman dikonsumsi, tetapi juga tetap segar dan lezat saat diolah menjadi berbagai hidangan favorit keluarga selama momen Idul Adha.
- Penulis: T.T



Saat ini belum ada komentar