Polisi Temukan Fakta Miris di Balik Tewasnya Balita 4 Tahun di Serang Baru, Sumur 15 Meter Hanya Ditutup Papan GRC
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 10 Jul 2026
- comment 0 komentar

Petugas kepolisian memperlihatkan kondisi sumur tua di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, yang menjadi lokasi balita berusia empat tahun meninggal dunia setelah terjatuh, Jumat (10/07).
INFO CIKARANG – Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap kondisi memprihatinkan di lokasi tewasnya seorang balita berusia empat tahun di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Sumur yang menjadi lokasi kejadian ternyata memiliki kedalaman sekitar 15 meter dan hanya ditutup menggunakan selembar papan GRC tanpa pagar pengaman.
Kapolsek Serang Baru AKP Hotma Sitompul mengatakan, temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara seusai proses evakuasi korban selesai dilakukan.
Menurut dia, kondisi sumur tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar permukiman.
“Di lokasi kami menemukan bibir sumur sangat rendah dan setiap hari lubang sumur hanya ditutup dengan potongan GRC. Di sekitar sumur juga tidak terdapat pagar atau pengaman sehingga sangat rawan, terutama bagi anak-anak,” ujar Hotma.
Laporan mengenai dugaan anak tercebur ke dalam sumur diterima polisi melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 11.30 WIB.
Personel yang datang ke lokasi kemudian melakukan pengecekan awal sebelum meminta bantuan Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi.
Keputusan tersebut diambil karena kondisi sumur sangat dalam serta memiliki kadar oksigen yang rendah, sehingga proses evakuasi membutuhkan peralatan khusus agar keselamatan petugas tetap terjamin.
Setelah proses penyelamatan dilakukan, korban akhirnya berhasil diangkat dari dasar sumur. Namun, tim memastikan balita tersebut sudah tidak bernyawa saat ditemukan.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi memperoleh informasi bahwa kedua orang tua korban sedang bekerja ketika peristiwa terjadi.
Selama itu, korban berada dalam pengawasan seorang pengasuh di sekitar lokasi kejadian.
Keluarga korban telah menerima musibah tersebut dan memilih tidak dilakukan autopsi.
Keputusan itu disampaikan kepada penyidik melalui surat pernyataan resmi.
Menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran, kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengevaluasi kondisi sumur gali maupun lubang terbuka di lingkungan tempat tinggal.
Penutup yang kokoh serta pagar pengaman dinilai penting guna mencegah kecelakaan serupa.
“Kami mengimbau warga yang memiliki sumur gali atau lubang galian agar memastikan kondisinya aman, diberi penutup yang kuat dan pengaman seperti pagar, sehingga tidak membahayakan anak-anak maupun warga lainnya. Pengawasan terhadap anak juga perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Hotma.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar