Tanggul Rusak, Warga Perumahan GCV Jayasampurna Dihantui Oleh Banjir
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tanggul yang ambrol di Perumahan GCV Jayasampurna, Kabupaten Bekasi, meningkatkan risiko banjir akibat luapan Kali Cikarang.
INFO CIKARANG — Warga Perumahan Grand Cikarang Village (GCV) di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, kembali dihantui ancaman banjir.
Salah satu titik tanggul yang dibangun pengembang untuk menahan luapan Kali Cikarang kini ambrol dan berpotensi menggenangi rumah warga.
Tandes (56), salah seorang warga, menjelaskan bahwa tanggul dibangun pengembang pada September–Oktober 2025 setelah banjir besar melanda kawasan tersebut sebanyak tiga kali pada awal tahun 2025.
“Dulu tanggul ini dibuat pengembang untuk mencegah banjir. Tanah dari bantaran kali dinaikkan untuk dijadikan tanggul,” ujarnya.
Namun, tanggul kini dalam kondisi memprihatinkan. Bagian tanggul yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah Roni ambrol, diduga karena pembangunan kurang maksimal sehingga mudah terkikis air saat hujan deras pada November 2025.
“Ambrol sedikit demi sedikit, sekarang sudah parah dan lebar. Bahkan saluran air di bawahnya juga ikut ambrol,” tambahnya.
Kondisi ini membuat warga, khususnya yang tinggal di Blok R, S, hingga N, was-was setiap kali debit air Kali Cikarang naik.
Sejak Januari 2026, debit air Kali Cikarang telah naik sebanyak tiga kali dan hampir meluap ke pemukiman warga.
Untuk mengantisipasi kerugian, warga mulai memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi.
“Saya buat tempat penyimpanan di plafon rumah, barang-barang penting saya simpan di situ. Barang elektronik juga saya gantung di dinding. Kalau air sudah surut, baru saya turunkan lagi,” jelas Tandes.
Warga berharap pengembang segera memperbaiki tanggul agar risiko banjir dapat diminimalkan.
“Kami ingin tanggul ini dibangun dengan maksimal, kalau bisa pakai beton. Jadi kami tidak perlu was-was setiap kali debit air tinggi,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tanggul maupun rencana perbaikan.
Warga berharap ada solusi konkret demi kenyamanan dan keamanan pemukiman mereka.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar