Breaking News
light_mode

Daya Tampung Kian Kritis, Penanganan Sampah Jakarta Didorong Fokus dari Sumbernya

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • comment 0 komentar
TPST Bantar Gebang menghadapi tekanan serius akibat kapasitas yang semakin terbatas.

TPST Bantar Gebang menghadapi tekanan serius akibat kapasitas yang semakin terbatas.

INFO CIKARANG — Kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dinilai semakin mengkhawatirkan seiring menipisnya daya tampung.

Upaya penanganan longsor yang selama ini dilakukan dianggap belum menyentuh persoalan mendasar karena masih bersifat reaktif dan sementara.

Langkah-langkah seperti perbaikan dinding penahan, pembangunan turap, hingga pemindahan tumpukan sampah saat longsor terjadi dinilai tidak lagi efektif di tengah volume sampah yang hampir memenuhi seluruh area TPST.

Dengan kapasitas yang semakin terbatas, setiap kejadian longsor berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.

Serangkaian peristiwa longsor yang terjadi beberapa kali sepanjang pertengahan hingga akhir tahun 2025 disebut menjadi peringatan serius bahwa TPST Bantar Gebang berada dalam kondisi rawan.

Situasi ini dipandang membutuhkan pendekatan jangka panjang dan menyeluruh, bukan sekadar penanganan fisik di lokasi pembuangan akhir.

Perhatian kemudian diarahkan pada sistem pengelolaan sampah di wilayah hulu, khususnya di tingkat rumah tangga dan kawasan perkotaan Jakarta.

Selama volume sampah yang dikirim ke Bantar Gebang tidak ditekan secara signifikan, beban terhadap TPST dinilai akan terus meningkat.

Keterbatasan fasilitas pengolahan sampah berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) juga menjadi sorotan.

Hingga akhir tahun lalu, keberadaan TPS3R masih belum merata dan jumlahnya jauh dari kebutuhan ideal di setiap kecamatan.

Selain itu, penguatan peran bank sampah dan unit pengelolaan sampah di tingkat rukun warga dinilai penting untuk mengurangi aliran sampah ke TPST.

Dengan pengolahan sejak dari lingkungan terdekat, volume sampah yang dikirim ke Bantar Gebang diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

Berdasarkan data sistem nasional pengelolaan sampah, produksi sampah harian Jakarta masih berada di kisaran lebih dari 8.000 ton per hari.

Angka tersebut menjadi faktor utama tingginya tekanan terhadap lokasi pembuangan akhir di Bantar Gebang.

Peristiwa longsor terakhir di TPST Bantar Gebang tercatat terjadi pada akhir Desember 2025.

Sejumlah kendaraan pengangkut sampah terdampak akibat timbunan sampah yang tidak stabil.

Ketinggian gundukan sampah disebut menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan material di area tersebut.

Dengan kondisi yang terus memburuk, upaya pengurangan sampah dari sumbernya dinilai jauh lebih mendesak dibandingkan penanganan darurat yang hanya bersifat sementara.

Pendekatan dari hulu diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk menekan risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di Bantar Gebang.

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengecat Genteng Berujung Maut, Pria Bekasi Tersengat Listrik

    Mengecat Genteng Berujung Maut, Pria Bekasi Tersengat Listrik

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kejadian tragis menimpa seorang pria berinisial S di Perumahan Amaryllis, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat (20/12/2024). Korban meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat mengecat genteng rumah menggunakan tongkat berbahan besi holo. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, saat korban mengecat, tongkat besi tersebut […]

  • Bekasi Aman dari HMPV, Ini Cara Pencegahannya

    Bekasi Aman dari HMPV, Ini Cara Pencegahannya

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memastikan hingga kini belum ada laporan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di wilayahnya. Pemantauan intensif terus dilakukan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk memastikan situasi tetap terkendali. HMPV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan dengan gejala mirip bronkitis atau pneumonia, seperti: 1. Batuk dan pilek 2. Demam […]

  • Cemburu Buta, Pria di Bekasi Nekat Gorok Teman Sendiri Demi Wanita Idaman

    Cemburu Buta, Pria di Bekasi Nekat Gorok Teman Sendiri Demi Wanita Idaman

    • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang pria berinisial Roni (48) alias Bangseng ditangkap pihak kepolisian usai melakukan aksi keji terhadap temannya sendiri. Insiden tragis tersebut terjadi di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan latar belakang rasa sakit hati dan cemburu. Dikonfirmasi oleh AKBP Ressa Fiardy Marasabessy selaku Kepala Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, […]

  • Hari Santri 2025, Santri Kabupaten Bekasi Didorong Jadi Garda Terdepan Membangun Peradaban

    Hari Santri 2025, Santri Kabupaten Bekasi Didorong Jadi Garda Terdepan Membangun Peradaban

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2025 tingkat Kabupaten Bekasi yang akan digelar pada Selasa, 22 Oktober 2025 di Plaza Pemkab Bekasi, Ketua Forum Pondok Pesantren (Ponpes) Kabupaten Bekasi, KH Suryadi Zaini, menyerukan pentingnya meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga kemerdekaan dan membangun peradaban bangsa. Menurutnya, Hari Santri tidak sekadar peringatan seremonial, tetapi […]

  • Reklamasi Ilegal di Bekasi Terungkap, Kementerian LH Ambil Langkah Tegas!

    Reklamasi Ilegal di Bekasi Terungkap, Kementerian LH Ambil Langkah Tegas!

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah semakin tegas dalam menangani pelanggaran lingkungan. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyebut reklamasi pagar laut seluas 2,5 hektare di perairan Pal Jaya, Kabupaten Bekasi, tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara perusahaan terkait dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Hanif, kesepakatan yang ada hanya mengatur akses masuk ke Tempat […]

  • Perempuan di Bekasi Jadi Korban Pengeroyokan Usai Pulang dari Pasar

    Perempuan di Bekasi Jadi Korban Pengeroyokan Usai Pulang dari Pasar

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Seorang perempuan berinisial A melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya di wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (14/8/2025) dan melibatkan dua terduga pelaku yang juga perempuan, berinisial A dan T. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat korban pulang dari pasar dan […]

expand_less