Relokasi Pasar Tumpah Simpang SGC ke Jalan Tumaritis Terhambat, Mayoritas Lahan Berstatus SHM Warga
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Relokasi pasar tumpah Simpang SGC ke Jalan Tumaritis, Cikarang Utara, berpotensi batal karena lahan yang disiapkan didominasi Sertifikat Hak Milik warga.
INFO CIKARANG — Rencana relokasi pasar tumpah Simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke Jalan Tumaritis, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, terancam gagal.
Hasil pendataan yang dilakukan pihak kecamatan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan di lokasi relokasi berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga.
Camat Cikarang Utara Enop Can menyampaikan, pihaknya telah menjalankan instruksi dengan melakukan pendataan langsung di lapangan terhadap area yang direncanakan sebagai titik relokasi pasar tumpah.
“Kecamatan sudah melakukan pendataan. Dari hasil pendataan, lokasi tersebut memiliki SHM dan merupakan hak milik warga. Ada juga beberapa bangunan yang memang berdiri di area tersebut,” ujar Enop Can dalam keterangannya dikutip Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, ruas Jalan Tumaritis yang masuk dalam rencana penataan memiliki panjang sekitar 275 meter.
Berdasarkan peta resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), area tersebut ditandai dengan warna kuning, yang menunjukkan adanya kepemilikan lahan secara sah.
“Kalau di peta BPN warnanya kuning, artinya lahan itu ada pemiliknya,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 42 kepala keluarga (KK) yang tercatat memiliki SHM di sepanjang lokasi tersebut.
Kondisi ini dinilai menjadi kendala utama dalam rencana relokasi pasar tumpah yang selama ini kerap memicu kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di kawasan Simpang SGC.
Terkait kelanjutan kebijakan, Enop menegaskan bahwa kecamatan hanya menjalankan tugas pendataan, sementara keputusan akhir berada di tingkat tim dan pemerintah daerah.
“Soal opsi ke depan seperti apa, itu nanti menjadi kewenangan tim. Saya diperintahkan hanya untuk mendata,” tegasnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja membenarkan bahwa rencana relokasi pasar tumpah Simpang SGC ke Jalan Tumaritis tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana awal.
Sebagai solusi alternatif, Asep menyampaikan bahwa relokasi akan diarahkan ke kawasan Pasar Cikarang, dengan konsep penataan bertahap dan menyeluruh.
“Pasar tumpah di Simpang SGC ini rencananya akan saya relokasi ke Pasar Cikarang. Pasarnya nanti kita rapikan pelan-pelan. Insyaallah pada 2027 kita benahi lebih baik lagi,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, penataan akan mencakup perbaikan kios yang rusak, pengecatan ulang, serta penataan ulang area pasar, termasuk bagian bawah bangunan.
“Kios yang rusak akan kita perbaiki, yang bawahnya kita tata lagi, kita cat lagi,” katanya.
Asep juga mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), kondisi bangunan Pasar Cikarang saat ini masih dinilai kokoh dan layak digunakan.
“Kemarin saya dengar dari DCKTR, bangunannya masih kokoh. Kalau memang masih kuat, bisa saja pedagang ditempatkan di lantai atas, sementara bagian bawah dimanfaatkan untuk parkir,” jelasnya.
Menurut Asep, penataan pasar harus dilakukan secara menyeluruh dan terencana agar menciptakan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Semuanya harus kita tata dengan baik. Saya mohon dukungan masyarakat, ini perlu kerja sama. Saya tidak ingin ada gejolak,” pungkasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar