Antrean Pertalite di Setu Makin Panjang, Warga Pilih Beli Bensin Eceran Demi Kejar Waktu
- account_circle Admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Antrean kendaraan roda dua mengular di salah satu SPBU wilayah Setu, Kabupaten Bekasi, akibat meningkatnya permintaan Pertalite dalam beberapa hari terakhir.
INFO CIKARANG – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, dalam beberapa hari terakhir terlihat semakin padat.
Kondisi ini diduga dipicu oleh meningkatnya jumlah pengguna Pertalite setelah kenaikan harga bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax.
Peningkatan permintaan terhadap BBM bersubsidi tersebut membuat antrean kendaraan, khususnya sepeda motor, kerap mengular hingga ke luar area SPBU pada jam-jam sibuk, terutama pagi dan sore hari.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga memilih membeli bensin eceran di warung pinggir jalan meski harus membayar lebih mahal dibandingkan harga resmi di SPBU.
Salah seorang warga Setu bernama Iman (35) mengaku beberapa kali membeli bensin eceran karena tidak memiliki banyak waktu untuk mengantre.
“Kalau sedang buru-buru berangkat kerja atau ada keperluan mendesak, saya lebih memilih beli bensin eceran. Memang lebih mahal, tapi lebih cepat dibanding harus antre lama di SPBU,” ujarnya, dikutip Selasa, (16/6/2026).
Menurut Iman, antrean Pertalite belakangan ini semakin panjang dibandingkan sebelumnya.
Bahkan pada jam berangkat kerja, antrean kendaraan bisa memakan waktu cukup lama.
Ia menilai banyak pengguna BBM non-subsidi yang beralih ke Pertalite setelah harga bahan bakar jenis Pertamax mengalami kenaikan.
“Sejak harga BBM non-subsidi naik, saya lihat antrean Pertalite jadi lebih ramai. Mungkin banyak yang beralih supaya pengeluaran untuk bahan bakar lebih hemat,” katanya.
Meski demikian, Iman mengaku tetap berusaha mengisi bahan bakar di SPBU pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari antrean panjang.
“Biasanya saya isi bensin siang atau malam hari karena antreannya lebih pendek. Kalau pagi memang sering penuh,” tambahnya.
Fenomena antrean panjang di SPBU ini menjadi gambaran meningkatnya permintaan Pertalite di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Sejumlah warga berharap distribusi BBM tetap lancar agar antrean tidak semakin panjang dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa hambatan.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar