Merasa Jadi Tim Paling Tertindas, Iran Hadapi Segudang Kendala di Piala Dunia 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Para pemain Timnas Iran saat menjalani sesi latihan menjelang Piala Dunia 2026. Team Melli menghadapi berbagai kendala administratif dan logistik selama turnamen berlangsung.
INFO CIKARANG – Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik keras terkait perlakuan yang diterima timnya selama mengikuti Piala Dunia 2026.
Ia bahkan menyebut Iran sebagai tim yang paling tertindas dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Menurut Ghalenoei, berbagai hambatan yang dihadapi Iran tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga datang dari faktor administratif dan kebijakan perjalanan yang dinilai sangat merugikan persiapan tim.
Salah satu kendala terbesar adalah larangan bagi skuad Iran untuk menetap di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
Akibatnya, tim berjuluk Team Melli itu harus menjadikan Kota Tijuana sebagai markas sementara mereka.
Dalam skema yang diterapkan, para pemain Iran hanya diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan.
Setelah laga selesai, mereka diwajibkan kembali meninggalkan negara tersebut dan kembali ke Meksiko.
Kondisi ini membuat proses pemulihan fisik, persiapan taktik, hingga pengaturan jadwal latihan menjadi jauh lebih rumit dibandingkan negara peserta lainnya.
Tak hanya itu, Iran juga menghadapi persoalan visa yang cukup serius.
Sejumlah ofisial dan staf pelatih dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Bahkan beberapa di antaranya disebut tidak memperoleh visa sehingga harus mendukung tim dari luar lokasi pertandingan.
Situasi tersebut dinilai menghambat koordinasi internal tim selama menjalani kompetisi.
Masalah lain yang memicu kontroversi adalah pencabutan alokasi tiket resmi untuk pendukung Iran beberapa hari sebelum turnamen dimulai.
Kebijakan tersebut membuat banyak suporter kesulitan mendapatkan akses untuk menyaksikan langsung pertandingan tim kebanggaannya di stadion.
Padahal, dukungan suporter dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan semangat bertanding para pemain selama kompetisi berlangsung.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mengunjungi markas Timnas Iran untuk memberikan dukungan moral kepada para pemain dan staf pelatih.
Namun, FIFA memiliki keterbatasan dalam mengintervensi kebijakan imigrasi maupun aturan keamanan yang menjadi kewenangan pemerintah Amerika Serikat.
Karena itu, berbagai kendala yang dialami Iran tidak dapat diselesaikan sepenuhnya oleh otoritas sepak bola dunia tersebut.
Meski menghadapi banyak hambatan di luar lapangan, Timnas Iran tetap berupaya menjaga fokus dan konsentrasi demi memberikan penampilan terbaik di Piala Dunia 2026.
Team Melli berharap berbagai tantangan tersebut tidak mengganggu ambisi mereka untuk bersaing dan mengharumkan nama negara di panggung sepak bola dunia.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar